Cute Blue Flying Butterfly -->

4.12.10

the part. ^__^

Dosen / Pembicara      : Ibu Hester Basoeki

Materi                          : Pengembangan Taman Rekreasi Kampung Wisata Cinangneng

Sekilas berbicara mengenai pengalaman ibu Hester Basoeki sebagai seorang pemandu wisata selama 10 tahun.  Beliau memandu wisatawan khususnya wisatawan mancanegara mengunjungi berbagai obyek wisata di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.  Berasal dari berbagai pengalaman yang didapatkan selama  memandu, beliau menyimpulkan bahwa wisatawan mancanegara memiliki kecenderungan untuk melihat dan melakukan wisata yang bersifat alami dan unik.  Khususnya berupa adat serta kebudayaan Indonesia. 

Selepas menjadi pemandu wisata, beliau mendirikan sebuah tempat peristirahat di lahan seluas 4000 m2 yang berlokasi di desa Cihideung Udik, Kabupaten Bogor dengan sasaran turis mancanegara.  Tempat peristirahatan ini kemudian dikembangkan karena adanya permintaan dari wisatawan yang berkunjung dan tidak hanya ingin beristirahat dengan menikmati suasan pedesaan namun juga menginginkan melakukan kegiatan yang bersifat alami dan memiliki unsur adat serta kebudayaan Indonesia.

Adanya permintaan tersebut melahirkan sebuah konsep dimana orang desa memandu pengunjung dalam melakukan berbagai kegiatan.  Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya menanam padi, bermmain gamelan, menari tarian Jawa Barat, melukis di atas topi caping, dan sebagainya.  Mulailah dibuat adanya tour satu hari yang melibatkan dua desa yaitu desa Cihideung Udik dan Kondang yang letaknya dipisahkan oleh sungai Cinangneng.  Berdasarkan dari hal tersebut maka obyek wisata ini diberi nama Kampung Wisata Cinangneng.

Saat ini obyek wisata Kampung Wisata Cinangneng berdiri di lahan seluas 7000m2 dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas wisatawan.  Sasaran dari kegiatan wisatanya pun mulai beragam, tidak hanya diminati oleh wisatawan mancanegara namun juga oleh wisatawan lokal yang umumnya merupakan masyarakat di kota besar yang mulai menginginkan melakukan kegiatan wisata di desa.  Terdapat sekitar 10 bangunan tempat peristirahatan yang didesain alami.

Selama mengembangkan Kampung Wisata Cinangneng, beliau menemukan permasalahan yang umumnya dimiliki oleh daerah wisata, yaitu adanya penjual souvenir.  Permasalahan oleh penjual souvenir ini akan terjadi apabila tidak ada pemfasilitasan yang baik sehingga keberadaan penjual souvenir dapat mengurangi kenyamanan pengunjung, seperti sebagaimana yang umum diketahui penjual souvenir sering kali memaksa pengunjung untuk membeli apa yang mereka jual.

No comments:

Post a Comment