Cute Blue Flying Butterfly -->

16.12.10

Batasan DOSEN PEMBIMBING


·         Dalam perannya sebagai mediator, selain mengajar dosen dapat melakukan bimbingan tugas/akhir. Analisis dalam evaluasi diri berbagai universitas menunjukan bahwa panjangnya masa studi mahasiswa disebabkan masa penyusunan skripsi yang lebih lama dari seharusnya (skripsi berbobot 6 sks seharusnya dapat selesai dalam 6 bulan).

 

·         Untuk mengetahui apakah hal itu disebabkan sistem atau prosedur yang berlaku atau karena “ulah” para dosen pembimbing, mungkin diperlakukan kajian dan analisis khusus. Dalam hal ini, mungkin mahasiswa harus dilibatkan.

 

·         Penulisan skripsi yang didasarkan pada penelitian mungkin sangat berguna kalau para dosen menemukan bahwa sebagian besar prasyarat keterampilan tidak terpenuhi mahasiswa untuk hampir semua mata kuliah yang berarti bahwa proses pembelajaran kurang efektif.

·         Dalam hal ini, skripsi yang didasarkan pada penelitian akan berperan:

(a)    mengigatkan mereka terhadap semua yang pernah “didapatnya” dan meramu semuanya untuk menjelaskan suatu fenomeon atau menciptakan sesuatu dari ramuan itu.

(b)   mendidik para mahasiswa secara intensif untuk mampu berfikir logis, analitis, dan sistematis.

 

·         Bagaimana kualitas bimbingan skripsi mungkin memerlukan kajian yang serius bagi peningkatan mutu pembelajaran yang diselenggarakan masing-masing satuan pendidikan.

 

·         Evaluasi dari oleh para dosen, ketua jurusan, dekan/pembantu dekan bidang akademik, dan rektor / pembantu rektor bidang akademik tampaknya perlu sekali dilakukan.

 

Fungsi Dosen Pembimbing Skripsi

 

·         Pembimbing skripsi mempunyai fungsi membantu mahasiswa agar

  1. Memahami etika masyarakat ilmiah terutama yang menyangkut plagiarisme dan sikap ilmiah.
  2. Menetapkan masalah penelitian/kajian
  3. Menelusuri literatur
  4. Menyusun usul penelitian/kajian
  5. Mampu menerapkan teknik presentasi yang baik
  6. Mampu menulis skripsi
  7. Mampu melakukan ujian lisan untuk skripsi.

 

·         Agar fungsi membimbing itu dapat dilaksanakan dengan baik, dosen harus

1.      Menyadari bahwa mahsiswa yang dibimbingnya adalah mahasiswa program sarjana yang kedalaman kajian skripsinya sebatas kajian untuk program sarjana yakni untuk menjadi pemikir bukan peneliti. Selain itu, kalau penelitian mahasiswa merupakan bagian dari penelitian-dosen, dosen harus menyadari bahwa kajian dalam karya dosen harus lebih tinggi daripada karya tulis mahasiswanya (lebih-lebih bagi dosen yang telah menyelesaikan pascasarjana).

  1. Menyadari bahwa membimbing bukan menguji. Pada karya mahasiswa tertera nama pembimbing yang berarti tulisan itu merupakan karya dosen pembimbing itu juga. Karena itu, dosen berhak menjadi co-author jika skripsi itu dipublikasikan.
  2. Melatih diri dalam etika sebagai ilmuan (jujur, rendah hati, siap menerima kritik bahkan mampu mengeritik diri-sendiri, objektif, dan tidak outward-looking).
  3. Bersikap tut wuri handayani. Mahasiswa yang mempunyai gagasan penelitian hendaknya didorong dan dibantu untuk mewujudkan apa yang diinginkannya itu. Mungkin jumlah mahasiswa yang mampunyai gagasan sangat sedikit, namun yang sedikit ini harus samapentingnya dengan yang banyak.
  4. Memperdalam keilmuannya dan memperluas wawasan.
  5. Memeperdalam penguasaan sarana berfikir ilmiah terutama bahasa, logika, dan statistika.
  6. Memperdalam teknik-teknik pembuatan media.
  7. Menguasai format-format yang berlaku baik dalam masyarakat ilmiah yang relevan maupun format penulisan lokal.

 

 

Langkah-langkah Pembimbingan

 

Langkah-langkah berikut ini mungkin baik untuk ditempuh dalam proses pembimbingan skripsi.

1.      Diskusikan dengan mahasiswa calon bimbingan tentang masalah yang menjadi objek perhatian mahasiswa.

2.      Pilih sejumlah alternatif masalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di jurusan/perguruan tinggi.

3.      Diskusikan judul yang tepat untuk sejumlah masalah penelitian yang terpilih.

4.      Pada saat mahasiswa telah mencapai ketentuan jumlah sks yang memenuhi syarat melakukan penelitian, mahasiswa mengajukan judul-judul penelitian itu ke jurusan serta menyampaikan informasi bahwa judul-judul itu telah disusun bersama dosen tertentu.

5.      Setelah para pembimbing ditetapkan, proses pembimbingan dimulai dan mengikuti langkah-langkah utama yang sesuai dengan peraturan akademik a.l. yang menyangkut penulisan usul penelitian, pembuatan bahan seminar usul penelitian dan hasil penelitian, serta penyusunan skripsi.

6.      Langkah-langkah kecil dapat didiskusikan dengan dosen pembimbing lainnya dan mahasiswa bimbingan misalnya tentang

  1. waktu bimbingan;
  2. tempat bimbingan;
  3. cara bimbingan apakah secara keseluruhan atau bab per bab (tampaknya lebih efektif dan efisien kalau dilakukan bab per bab). Diskusi di rumah dosen mempunyai kelebihan daripada di kantor karena hubungan kolegial dapat lebih tercipta dan mahasiswa dapat diajak berdiskusi tentang hal-hal lain yang memungkinkan untuk memperluas wawasan mereka misalnya yang menyangkut filosofi.

7.      Kalau dosen senior bekerja sama dengan dosen junior dalam pembimbingan, dosen senior berkewajiban untuk membimbing dosen junior.

8.      Berbagai ketidaksamaan pendapat dengan antardosen pembimbing sedapat-dapatnya jangan melibatkan mahasiswa.

9.      Survai penelitian harus dilakukan dalam rangka membimbing ke arah pelaksanaan prosedur yang benar.

10.  Periksalah secara akurat dan tuntas meliputi hal-hal berikut dan kalau ada yang kurang tetap beritahukan dengan jelas bagaimana memperbaikinya.

  1. ‘benang merah” antara masalah, tujuan, hipotesis, rancangan perlakuan atau variabel yang dipilih, analisis data, dan kesimpulan;  
  2. substansi keilmuan;
  3. kebahasan termasuk terjemahan;
  4. format-format penulisan;
  5. perhitungan;
  6. kemungkinan adanya pengaruh faktor luaran.

 

 

EVALUASI

 

·         Evaluasi terhadap kegiatan bimbingan skripsi dapat dilakukan oleh tim jurusan atau fakultas dengan dua cara: (1) Penialian terhadap skripsi yang ditulis lima tahun terakhir dan (2) pandangan alumni terhadap bimbingan skripsi.

 

·         Setiap dosen dapat menyusun evaluasi berdasarkan prasyarat keterlampilan yang dimiliki mahasiswa, pengetahuan awal, dan pengetahuan setelah bimbingan selesai.

No comments:

Post a Comment